Rabu, 22 Mei 2013

Waw Cara Ampuh Menggunakan SEO ,,!!


https://www.google.com https://www.yahoo.co.id

Rabu, 03 April 2013

Sharing Printer dengan Wireless Ad Hoc

Jika Suatu ruangan atau kantor misalnya yang mempunyai banyak PC dan hanya mempunyai satu Printer, maka untuk mempermudah suatu pekerjaan (nge-print) dapat kita gunakan metode Sharing Printer. Metode ini berfungsi dan berguna untuk menghemat biaya terutama. Semua PC dalam ruangan dapat menge-print document hanya dengan satu printer yang telah tersambung jaringan Local. Cara sharing printer ini hampir sama dengan windows xp sharing.
Tak usah panjang lebar tentang pembukaan atau basa-basi tentang cara sharing printer ini. mari langsung kita coba. OK. Kita coba pake windows xp printer ya... (he he he.. baru bisa soalnya)

Pada proses cara sharing printer ini ada dua tahap yang perlu dilakukan sebagai berikut: 
Pertama, Membuka Fasilitas Sharing Printer pada komputer Host. 

1.  Adapun yang pertama kita terdahulu mematikan Firewall pada computer kita dengan 
cara pilih Control Panel kemudian setelah masuk kita pilih Security Center , 
apabila sudah masuk kita tinggal pilih Windows Firewall,dan setelah kita klik maka 
akan muncul maka dari itu kita pilih Off (Not Recommended). 
Kemudian Klik Ok,maka firewall akan mati.


 Gambar : Pengaturan Firewall

2.  Setelah itu kita atur IP pada computer dengan cara menyamakan kelas IP nya, 
gunanya supaya kita dapat sharing file atau hardware atau apabila kita pakai Access 
Point maka kita tinggal mengambil koneksinya dari Access Point tersebut.
3.  Apabila sudah terthubung maka kita akan melakukan sharing printer, dengan 
langkah Start , kemudian pilih Printer and Faxes .
  
Gambar : Printer and Faxes

Setelah masuk ke Printer and Faxes , maka kita tinggal klik kanan pada printer yang 
sudah di install pada computer pertama dan pilih Sharing .  
Dalam contoh ini saya menggunakan printer Canon IP 1900 series .

Gambar : Printer Canon IP 1900 series

4.  Selanjutnya akan muncul Tab Shring Properties seperti dibawah ini. Pastikan anda 
memilih Checkbox Share this printer , beri nama sesuka anda dan apabila sudah 
selesai akhiri dengan klik OK. Jika ada permintaan CD Windows atau konfirmasi dari 
printer sharing , pilih Just Enable File and Printer Sharing dan klik OK.
Gambar : Shared this Printer
 Sampai disini setting pada host sudah selesai.
Selanjutnya Tahap kedua, yakni Setting Printer di komputer klien. Berikut langkah-
langkahnya:
1.  Buka Control Panel ,kemudian  Printer and Faxes  Pada tab di sebelah kiri pilih 
Add a Printer. Lebih jelasnya perhatikan gambar berikut:
Gambar : Add Printer pada client

2.  Selanjutnya akan terbuka Add Printer Wizard, Klik Next

Gambar : Add Printer Wizard

3.  Pilih tipe printer yang akan digunakan, pastikan Anda memilih Network Printer 
kemudian Next

Gambar : Tipe Printer

4.  Browse printer pada jaringan Anda, pastikan anda tidak salah alamat kemudian akhiri 
dengan Next.

Gambar : Browse Printer

5.  Komputer akan mengkonfirmasi apakah Printer Jaringan ini akan dijadikan Printer 
Utama ? Pilih sesuai kebutuhan. Saya menyarankan Anda pilih Yes , kemudian Next.

Gambar : Printer yang akan dijadikan Printer Utama

6.  Akhiri Wizard dengan klik Finish.


7.  Klau mau membuktikannya, coba koneksi dengan server printer lalu lanjutkan dengan jalankan Microsoft word atau sebagai nya, apa bila sudah di buka cobalah  anda untuk supaya ngeprint. Maka akan muncul nanti 
properties dari pada printer tersebut seperti gambat dibawah ini.
Gambar : Saat mahu print

8. Kemudian klik OK. selesai deh cara sharing printernya....

Demikian Tutorial dan Panduan tentang Cara Sharing Printer (Dasar). Semoga bermanfaat

Senin, 01 April 2013

cara Printer sharing pada windows XP

Ketika kamu di warnet atau di kantor-kantor yang mempunyai banyak komputer yang saling terhubung ke jaringan komputer satu dengan yang lainnya jika diperhatikan printer yang digunakan hanya satu, tapi semua komputer yang terhubung ke jaringan bisa digunakan untuk menjalankan satu printer itu.  Kok bisa ya? saya pengen nih. tapi bagaimana cara settingnya? bagaimana cara instal driver printernya? apakah sulit atau mudah caranya setting printernya?  mungkin itu yang ada dipikiran kamu.


Sebuah printer bisa dioperasikan melalui banyak komputer yang menggunakan jaringan komputer lokal (LAN) dengan menggunakan fasilitas printer sharing (berbagi). Cara kerjanya begini, jadi kamu harus menginstal driver printer pada salah satu komputer (komputer utama untuk disambungkan langsung ke printer) dan komputer ini juga harus tersambung ke LAN (jaringan komputer), kemudian pada driver itu diaktifkan fitur printer sharingnya. jika sudah aktif fitur printer sharingnya, langkah selanjutnya adalah menyeting komputer komputer lain yang tersambung ke jaringan agar bisa mengoperasikan printer tersebut.  cukup sederhana kan caranya?

Agar penjelasan di atas lebih jelas lagi, di bawah ini saya buatkan panduan cara instal printer sharing lan jaringan pada windows xp lengkap dengan gambar gambarnya.

1.  Langkah pertama kita setting dulu pada komputer utama yang tersambung langsung pada printer. (dalam contoh ini driver pada komputer utama sudah terinstal). Klik pada menu Start kemudian pilih pada Printer and Faxes
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
2.  Sesaat kemudian akan tampil jendela tempat driver printer yang telah terinstal. klik kanan mouse kamu pada salah satu driver printer yang akan disharing, kemudian pilih menu Sharing…
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
3.  jendela printer sharing akan tampak seperti gambar di bawah ini, pilih pada Share this printer, kemudian klik pada Apply.  Jika sudah diklik Apply maka printer siap untuk disetting pada komputer yang lain
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
4.  Sekarang saatnya beralih pada komputer lain yang ingin disambungkan ke printer di komputer utama tadi agar bisa juga untuk mengoperasikan printer.  Klik pada tombol Start kemudian klik pada Printer and Faxes
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
5.   Sesaat kemudian jendela printer and faxs akan muncul, klik pada tombol  Add a printer
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
6.  nanti akan muncul jendela seperti ini Add printer Wizard, silahkan klik Next
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
7.  pada jendela selanjutnya pilih pada  A network printer, or a printer attached to another computer, kemudian klik next
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
8.  Pada jendela selanjutnya agar lebih mudah pilih pada  browse for a printer, kemudian klik next
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
9. jendela selanjutnya dobel klik pada nama komputer utama yang terdapat printer sharing tadi,  nanti akan muncul daftar printer yang telah kamu sharing pada komputer utama tadi, pilih jenis printernya, kemudian klik pada tombol Next
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
10.  Jika muncul pertanyaan seperti gambar di bawah ini, klik pada tombol Next
cara instal printer sharing lan jaringan windows xp
11. kemudian nanti akan muncul jendela pemberitahuan, klik saja pada tombol Finish
ya begitu cara instal printer yang terhubung pada jaringan komputer lokal atau LAN. saya harap panduan di atas mudah dipahami dan semoga bisa bermanfaat untuk kita semua…. amin. jika ada pertanyaan silahkan komentar di bawah ya.

Jumat, 15 Maret 2013

Puisi Raditya Dika

kepada kamu
Dengan penuh kebencian
Aku benci jatuh cinta
Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu,
tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak
selalu menebak-nebak

Aku benci deg-degan menunggu kamu online .

Dan di saat kamu muncul,
aku akan tiduran tengkurap,
bantal di bawah dagu,
lalu berpikir,
tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu,
di seberang sana,
bisa tertawa.
Karena, kata orang,

cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa.
Mudah-mudahan itu benar.
Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya,
menghapusnya,
memikirkan kata demi kata.
Aku benci ketika jatuh cinta,
semua detail yang aku ucapkan,
katakan,
kirimkan,
tuliskan ke kamu menjadi penting,
seolah-olah harus tanpa cacat,
atau aku bisa jadi kehilangan kamu.
Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu.
Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?
Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu.
Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri?
Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa,
atau ada maksud lain,
atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?
Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada,
menjalar ke sekujur tubuh,
dan aku merasa pasrah,
gelisah.
Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman,
tanpa harus tidur.
Cukup begini saja.
Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku,
saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang.
Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan,
aku tidak bernapas,
aku merasa canggung,
aku ingin berlari jauh.
Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…,
tapi tidak bisa melakukan apa-apa.
Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan,
Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,
harus dimentahkan oleh hati yang berkata,
Jangan hiraukan logikamu.
Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu.
Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna,
kamu bisa saja tanpa cela, dan aku,
bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.
Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu.
Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu.
Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini;
di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan
aku takut sendirian

Kamis, 21 Februari 2013

Sifat Takabur dan Bangga diri

Alangkah cepatnya takabur menjalari para ulama dan ilmuan.karenanya Nabi muhammad SAW bersabda,"celaka ilmu ialah kesombongan!". baru saja sorang berilmu memantapkan kejayaan ilmunya,segeralah terasa dalam dirinya keindahan ilmu dan kelebihannya lalu dirinya dianggapnya penting dan orang lain di pandangnya remeh,bagaikan memandang hewan ternak saja.mereka di anggapnya bodoh-bodoh dan di tungguhnya untuk memberi salam.bila orang-orang telah dulu memberi salam kepadanya dan di balasnya dengan muka manis,maupun orang-orang bangkit berdiri menghormatinya atau di penuhi undangan orang,maka ia menganggap dirinya telah berbudi kepada orang itu dan haruslah yang bersangkutan berterimakasih kepadanya,serta meyakini bahwa dialah orang yang paling mulia,yang telah sudi berbuat terhadap mereka hal-hal yang semestinya tak dapat mereka harapkan dari orang-orang sepertri dia.
Orang yang begini mutunya lebih tepat dinamakan orang jahil dan di katakan seorang'alim,karena ilmu yang hakiki ialah ilmu yang dengannya kita dapat tahu diri dan mengenal tuhan,tahu bahaya besar di akhir hayat(Al Khatimah)dan tahu bahwa ilmu pulalah nantinya yang akan menjadi alasan Allah untuk pemukul para ulama dan tahu pula besar resikonya ilmu di hari nanti,maka ilmu yang begini akan menambah rasa cemas,rasa khusyuk khidmat dan berendah diri dan menyebabkan kita untuk menganggap semua orang lebih baik dari kita,mengingat kuatnya alasan Allah untuk memukul kita karena kita berlimu,tapi begini alpa dalam mengisi wajib syukur kepada Allah pemberi karunia itu.ilmu adalah sarana terpenting untuk di takaburkan.dari itu Allah menitahkan kepada Nabi Muhammad SAW;
Artinya:"Rendahkanlah sayapmu terhadap pengikut mu orang-orang yang beriman!".(Q.S.Asy syu'ara:215)
Amat payahlah seoarng berilmu untuk tidak menganggap dirinya bermartabat dibanding dengan seorang kosong ilmu,karena syariat agama banyak sekali memujikan kelebihan ilmu.ia takkan sanggup menolak perdayaan untuk bertakabur,kecuali denagn memahamkan hal ini:

Hendaklah disadarinya,bahwa alasan Allah SWT,untuk memberatkan orang adalah lebih kuat.tuhan mungkin bersikap toleransi terhadap orang kosong ilmu tentang kesalahan yang di persepuluhkannya saja tak dapat di maafkan terhadap orang berilmu.seorang yang melanggar perintah tuhan dengan sadar dan mengetahui.kesalahannya akan amat berat,karena ia tiada menunaiakn hak Allah di bidang karunia ilmu.dari itu nabi Muhammad SAW.bersabda;
"Di tampilkan seorang berilmu di hari kiamat dan ia di jebloskan ke neraka.Maka berjela keluar perut panjangnay dan ia berputar keliling bagaikan keledai mengitari kilangan.lalu ia di kelilingi penduduk neraka dan mereka bertanya,"kenapa anda begini?".jawabnya,"Aku menyuruh orang kepada kebaikan,tapi aku tak membuatnya dan ku larang orang berbuat jahat,tapi aku melakukannya!".(Riwayat Bukhari Muslim dari Usman Bin Zaid)
Empat Akhlak Yang Harus Melekat Dalam Diri Orang Yang Berilmu.
Akal yang cerdas dan brilian memang sebuah anugerah. Namun ia bukan merupakan peranti satu-satunya dalam membimbing manusia untuk meraih kesejatian. Bahkan tidak sedikit orang yang kebablasan, sehingga menuhankan akal. Dalam kaitan ini, maka agama dan akhlak mesti terus mengawali kemampuan akal ini, sebagaimana yang diujarkan oleh Umar bin Khaththab: “Modal seorang laki-laki adalah akalnya, kemuliaannya terletak pada agamanya, dan harga dirinya ada pada akhlaknya.”
Bila akhlak menjadi parameter dari harga diri seseorang, maka lebih-lebih terhadap ulama. Maka akhlak menjadi bagian yang inheren dan instrinsik dengan dirinya. Dari permenungan Imam Mawardi, setidaknya ada empat akhlak yang harus melekat dalam diri orang yang berilmu,yaitu:
Pertama , tawadhu dan tidak ujub. Karena Nabi mengatakan: “Sesungguhnya ujub itu akan memakan hasanah (kebaikan) sebagaimana api melalap kayu bakar.” Seorang ulama juga berujar: “Barangsiapa yang takabur dan merasa tinggi dengan ilmunya, Allah akan merendahkannya, dan barangsiapa yang tawadhu' (rendah hati) dengan ilmunya, Allah akan mengangkatnya.”Kedua , mengamalkan ilmu. Dalam hal ini, Ali bin Abu Thalib mengingatkan: “Orang-orang tidak mau mencari ilmu tidak lain karena mereka melihat sedikitnya orang yang berilmu mengambil manfaat dari ilmunya.” Seorang ulama juga berucap: “Buah dari ilmu adalah pengamalan, sedang buah amal ialah balasan/pahala.”
Ketiga , tidak pelit dengan ilmu. Orang yang berilmu harus mengajarkan ilmunya kepada yang lain, karena pelit dengan ilmu adalah tercela dan suatu kezaliman. Sebuah ujaran hikmah menyebutkan: “Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, maka ia seolah-olah bodoh tentangnya.”
Keempat , bersifat mendidik dan lemah lembut. Seorang yang berilmu harus selalu memberi nasihat dan bimbingan dengan lemah lembut, memberikan kemudahan-kemudahan kepada muridnya dan memotivasinya untuk giat belajar. Perbuatan ini mendatangkan pahala besar baginya. (Makmun Nawawi).
Akhlak Ibarat Bunga Di taman.
AKHLAK adalah perkara penting selepas iman. Setiap orang akan dinilai berdasarkan budi pekertinya (akhlak). Jika baik akhlaknya, maka dia akan dianggap baik. Jika buruk akhlaknya meskipun ada melakukan kebajikan, tetap tidak akan dinilai.
Oleh itu, orang yang mempunyai akhlak mulia akan dipandang mulia di sisi Allah. Contoh, akhlak mulia adalah akhlak Rasulullah.
Firman Allah bermaksud:
"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang sangat mulia."
(Surah al-Qalam, ayat 4).
Akhlak yang baik hendaklah dipupuk dan dipelihara hingga sebati dengan diri kita. Hal ini bagi membolehkan kita mengamalkannya dalam kehidupan seharian.
Dalam kehidupan manusia, akhlak dapat diibaratkan seperti bunga dalam sebuah taman. Bagaimana luas dan indahnya sebuah taman kalau tidak dihiasi dengan bunga-bungaan, maka taman itu tidak jauh bezanya dengan tanah perkuburan.
Seseorang yang mempunyai badan sihat, gagah, tampan, menarik, berilmu, kaya atau berpangkat, kalau mempunyai akhlak buruk dan perangai jahat, tidak ubah seperti muka yang cantik, tetapi mempunyai kesan guris luka berpanjangan.
Akhlak mulia atau hina terbit daripada jiwa atau hati. Jiwa seseorang itu saja yang akan menjadi pendorong menggerakkan perbuatan yang baik atau tercela.
Dengan mempunyai akhlak baik dan sempurna pada diri seseorang, maka dapatlah kita melahirkan sebuah masyarakat dan bangsa gemilang, terbilang dan cemerlang.
Hal ini kerana bangsa yang diasaskan dengan akhlak mulia saja akan dipandang mulia, bahkan boleh mengangkat martabat sesebuah bangsa ke tingkat paling tinggi antara ummah.
Di sinilah terbentuknya masyarakat madani yang mempunyai nilai positif dan mahmudah (terpuji). Setiap pekerjaan, pergaulan, perbuatan, hubungan individu, masyarakat, antarabangsa, kekeluargaan dan negara dijalin atas kesempurnaan akhlak.
Secara tidak langsung ia akan mewujudkan sebuah peradaban luhur bercirikan akhlak kemanusiaan sejagat dan tunduk atas kekuasaan Allah. Tanpa akhlak, manusia akan berbuat sesuka hatinya tidak mengira sama ada dilarang oleh Allah atau melanggar tata susila dan maruah mereka.
Masalah sosial yang semakin kritikal dan kronik dalam masyarakat, terutama golongan remaja pada masa kini disebabkan oleh budaya akhlak yang kian merosot.
Mereka mudah terpengaruh dengan budaya kehidupan Barat yang memang sudah runtuh nilai akhlaknya.
Ajaran Islam tidak pernah menyekat kebebasan dalam melakukan kegiatan kehidupan, tetapi hendaklah melalui batas yang ditentukan oleh syariat.
Segala yang dilarang oleh Allah swt mempunyai hikmah yang besar.
Isu keruntuhan akhlak bukanlah suatu perkara yang baru dalam masyarakat kita. Namun apa yang diharapkan adalah kepekaan dan usaha bersungguh-sungguh pada diri individu dan masyarakat dalam menangani masalah generasi muda.
Langkah yang perlu kita lakukan adalah berusaha mencari penawar kepada penyakit sosial untuk memulihkan sindrom yang menyerang generasi muda pada zaman ini.
Salah satu cara terbaik adalah pembudayaan akhlak dalam kehidupan seharian.
Keperibadian yang disulami dengan keimanan dan akhlak akan menerbitkan pekerti mulia dan menjamin kerukunan dan kesejahteraan sebuah masyarakat, negara dan antarabangsa..

Jika HATI sejernih AIR, jangan biar ia KERUH.
Jika HATI seputih AWAN, jangan biar ia MENDUNG.

Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan IMAN
Akhlak Ibarat Bunga Di taman.
AKHLAK adalah perkara penting selepas iman. Setiap orang akan dinilai berdasarkan budi pekertinya (akhlak). Jika baik akhlaknya, maka dia akan dianggap baik. Jika buruk akhlaknya meskipun ada melakukan kebajikan, tetap tidak akan dinilai.
Oleh itu, orang yang mempunyai akhlak mulia akan dipandang mulia di sisi Allah. Contoh, akhlak mulia adalah akhlak Rasulullah.
Firman Allah bermaksud:
"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang sangat mulia."
(Surah al-Qalam, ayat 4).
Akhlak yang baik hendaklah dipupuk dan dipelihara hingga sebati dengan diri kita. Hal ini bagi membolehkan kita mengamalkannya dalam kehidupan seharian.
Dalam kehidupan manusia, akhlak dapat diibaratkan seperti bunga dalam sebuah taman. Bagaimana luas dan indahnya sebuah taman kalau tidak dihiasi dengan bunga-bungaan, maka taman itu tidak jauh bezanya dengan tanah perkuburan.
Seseorang yang mempunyai badan sihat, gagah, tampan, menarik, berilmu, kaya atau berpangkat, kalau mempunyai akhlak buruk dan perangai jahat, tidak ubah seperti muka yang cantik, tetapi mempunyai kesan guris luka berpanjangan.
Akhlak mulia atau hina terbit daripada jiwa atau hati. Jiwa seseorang itu saja yang akan menjadi pendorong menggerakkan perbuatan yang baik atau tercela.
Dengan mempunyai akhlak baik dan sempurna pada diri seseorang, maka dapatlah kita melahirkan sebuah masyarakat dan bangsa gemilang, terbilang dan cemerlang.
Hal ini kerana bangsa yang diasaskan dengan akhlak mulia saja akan dipandang mulia, bahkan boleh mengangkat martabat sesebuah bangsa ke tingkat paling tinggi antara ummah.
Di sinilah terbentuknya masyarakat madani yang mempunyai nilai positif dan mahmudah (terpuji). Setiap pekerjaan, pergaulan, perbuatan, hubungan individu, masyarakat, antarabangsa, kekeluargaan dan negara dijalin atas kesempurnaan akhlak.
Secara tidak langsung ia akan mewujudkan sebuah peradaban luhur bercirikan akhlak kemanusiaan sejagat dan tunduk atas kekuasaan Allah. Tanpa akhlak, manusia akan berbuat sesuka hatinya tidak mengira sama ada dilarang oleh Allah atau melanggar tata susila dan maruah mereka.
Masalah sosial yang semakin kritikal dan kronik dalam masyarakat, terutama golongan remaja pada masa kini disebabkan oleh budaya akhlak yang kian merosot.
Mereka mudah terpengaruh dengan budaya kehidupan Barat yang memang sudah runtuh nilai akhlaknya.
Ajaran Islam tidak pernah menyekat kebebasan dalam melakukan kegiatan kehidupan, tetapi hendaklah melalui batas yang ditentukan oleh syariat.
Segala yang dilarang oleh Allah swt mempunyai hikmah yang besar.
Isu keruntuhan akhlak bukanlah suatu perkara yang baru dalam masyarakat kita. Namun apa yang diharapkan adalah kepekaan dan usaha bersungguh-sungguh pada diri individu dan masyarakat dalam menangani masalah generasi muda.
Langkah yang perlu kita lakukan adalah berusaha mencari penawar kepada penyakit sosial untuk memulihkan sindrom yang menyerang generasi muda pada zaman ini.
Salah satu cara terbaik adalah pembudayaan akhlak dalam kehidupan seharian.
Keperibadian yang disulami dengan keimanan dan akhlak akan menerbitkan pekerti mulia dan menjamin kerukunan dan kesejahteraan sebuah masyarakat, negara dan antarabangsa..

Jika HATI sejernih AIR, jangan biar ia KERUH.
Jika HATI seputih AWAN, jangan biar ia MENDUNG.

Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan IMAN
Alangkah cepatnya takabur menjalari para ulama dan ilmuan.karenanya Nabi muhammad SAW bersabda,"celaka ilmu ialah kesombongan!". baru saja sorang berilmu memantapkan kejayaan ilmunya,segeralah terasa dalam dirinya keindahan ilmu dan kelebihannya lalu dirinya dianggapnya penting dan orang lain di pandangnya remeh,bagaikan memandang hewan ternak saja.mereka di anggapnya bodoh-bodoh dan di tungguhnya untuk memberi salam.bila orang-orang telah dulu memberi salam kepadanya dan di balasnya dengan muka manis,maupun orang-orang bangkit berdiri menghormatinya atau di penuhi undangan orang,maka ia menganggap dirinya telah berbudi kepada orang itu dan haruslah yang bersangkutan berterimakasih kepadanya,serta meyakini bahwa dialah orang yang paling mulia,yang telah sudi berbuat terhadap mereka hal-hal yang semestinya tak dapat mereka harapkan dari orang-orang sepertri dia.
Orang yang begini mutunya lebih tepat dinamakan orang jahil dan di katakan seorang'alim,karena ilmu yang hakiki ialah ilmu yang dengannya kita dapat tahu diri dan mengenal tuhan,tahu bahaya besar di akhir hayat(Al Khatimah)dan tahu bahwa ilmu pulalah nantinya yang akan menjadi alasan Allah untuk pemukul para ulama dan tahu pula besar resikonya ilmu di hari nanti,maka ilmu yang begini akan menambah rasa cemas,rasa khusyuk khidmat dan berendah diri dan menyebabkan kita untuk menganggap semua orang lebih baik dari kita,mengingat kuatnya alasan Allah untuk memukul kita karena kita berlimu,tapi begini alpa dalam mengisi wajib syukur kepada Allah pemberi karunia itu.ilmu adalah sarana terpenting untuk di takaburkan.dari itu Allah menitahkan kepada Nabi Muhammad SAW;
Artinya:"Rendahkanlah sayapmu terhadap pengikut mu orang-orang yang beriman!".(Q.S.Asy syu'ara:215)
Amat payahlah seoarng berilmu untuk tidak menganggap dirinya bermartabat dibanding dengan seorang kosong ilmu,karena syariat agama banyak sekali memujikan kelebihan ilmu.ia takkan sanggup menolak perdayaan untuk bertakabur,kecuali denagn memahamkan hal ini:

Hendaklah disadarinya,bahwa alasan Allah SWT,untuk memberatkan orang adalah lebih kuat.tuhan mungkin bersikap toleransi terhadap orang kosong ilmu tentang kesalahan yang di persepuluhkannya saja tak dapat di maafkan terhadap orang berilmu.seorang yang melanggar perintah tuhan dengan sadar dan mengetahui.kesalahannya akan amat berat,karena ia tiada menunaiakn hak Allah di bidang karunia ilmu.dari itu nabi Muhammad SAW.bersabda;
"Di tampilkan seorang berilmu di hari kiamat dan ia di jebloskan ke neraka.Maka berjela keluar perut panjangnay dan ia berputar keliling bagaikan keledai mengitari kilangan.lalu ia di kelilingi penduduk neraka dan mereka bertanya,"kenapa anda begini?".jawabnya,"Aku menyuruh orang kepada kebaikan,tapi aku tak membuatnya dan ku larang orang berbuat jahat,tapi aku melakukannya!".(Riwayat Bukhari Muslim dari Usman Bin Zaid)
Empat Akhlak Yang Harus Melekat Dalam Diri Orang Yang Berilmu.
Akal yang cerdas dan brilian memang sebuah anugerah. Namun ia bukan merupakan peranti satu-satunya dalam membimbing manusia untuk meraih kesejatian. Bahkan tidak sedikit orang yang kebablasan, sehingga menuhankan akal. Dalam kaitan ini, maka agama dan akhlak mesti terus mengawali kemampuan akal ini, sebagaimana yang diujarkan oleh Umar bin Khaththab: “Modal seorang laki-laki adalah akalnya, kemuliaannya terletak pada agamanya, dan harga dirinya ada pada akhlaknya.”
Bila akhlak menjadi parameter dari harga diri seseorang, maka lebih-lebih terhadap ulama. Maka akhlak menjadi bagian yang inheren dan instrinsik dengan dirinya. Dari permenungan Imam Mawardi, setidaknya ada empat akhlak yang harus melekat dalam diri orang yang berilmu,yaitu:
Pertama , tawadhu dan tidak ujub. Karena Nabi mengatakan: “Sesungguhnya ujub itu akan memakan hasanah (kebaikan) sebagaimana api melalap kayu bakar.” Seorang ulama juga berujar: “Barangsiapa yang takabur dan merasa tinggi dengan ilmunya, Allah akan merendahkannya, dan barangsiapa yang tawadhu' (rendah hati) dengan ilmunya, Allah akan mengangkatnya.”Kedua , mengamalkan ilmu. Dalam hal ini, Ali bin Abu Thalib mengingatkan: “Orang-orang tidak mau mencari ilmu tidak lain karena mereka melihat sedikitnya orang yang berilmu mengambil manfaat dari ilmunya.” Seorang ulama juga berucap: “Buah dari ilmu adalah pengamalan, sedang buah amal ialah balasan/pahala.”
Ketiga , tidak pelit dengan ilmu. Orang yang berilmu harus mengajarkan ilmunya kepada yang lain, karena pelit dengan ilmu adalah tercela dan suatu kezaliman. Sebuah ujaran hikmah menyebutkan: “Barangsiapa yang menyembunyikan ilmu, maka ia seolah-olah bodoh tentangnya.”
Keempat , bersifat mendidik dan lemah lembut. Seorang yang berilmu harus selalu memberi nasihat dan bimbingan dengan lemah lembut, memberikan kemudahan-kemudahan kepada muridnya dan memotivasinya untuk giat belajar. Perbuatan ini mendatangkan pahala besar baginya. (Makmun Nawawi).
Akhlak Ibarat Bunga Di taman.
AKHLAK adalah perkara penting selepas iman. Setiap orang akan dinilai berdasarkan budi pekertinya (akhlak). Jika baik akhlaknya, maka dia akan dianggap baik. Jika buruk akhlaknya meskipun ada melakukan kebajikan, tetap tidak akan dinilai.
Oleh itu, orang yang mempunyai akhlak mulia akan dipandang mulia di sisi Allah. Contoh, akhlak mulia adalah akhlak Rasulullah.
Firman Allah bermaksud:
"Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) mempunyai akhlak yang sangat mulia."
(Surah al-Qalam, ayat 4).
Akhlak yang baik hendaklah dipupuk dan dipelihara hingga sebati dengan diri kita. Hal ini bagi membolehkan kita mengamalkannya dalam kehidupan seharian.
Dalam kehidupan manusia, akhlak dapat diibaratkan seperti bunga dalam sebuah taman. Bagaimana luas dan indahnya sebuah taman kalau tidak dihiasi dengan bunga-bungaan, maka taman itu tidak jauh bezanya dengan tanah perkuburan.
Seseorang yang mempunyai badan sihat, gagah, tampan, menarik, berilmu, kaya atau berpangkat, kalau mempunyai akhlak buruk dan perangai jahat, tidak ubah seperti muka yang cantik, tetapi mempunyai kesan guris luka berpanjangan.
Akhlak mulia atau hina terbit daripada jiwa atau hati. Jiwa seseorang itu saja yang akan menjadi pendorong menggerakkan perbuatan yang baik atau tercela.
Dengan mempunyai akhlak baik dan sempurna pada diri seseorang, maka dapatlah kita melahirkan sebuah masyarakat dan bangsa gemilang, terbilang dan cemerlang.
Hal ini kerana bangsa yang diasaskan dengan akhlak mulia saja akan dipandang mulia, bahkan boleh mengangkat martabat sesebuah bangsa ke tingkat paling tinggi antara ummah.
Di sinilah terbentuknya masyarakat madani yang mempunyai nilai positif dan mahmudah (terpuji). Setiap pekerjaan, pergaulan, perbuatan, hubungan individu, masyarakat, antarabangsa, kekeluargaan dan negara dijalin atas kesempurnaan akhlak.
Secara tidak langsung ia akan mewujudkan sebuah peradaban luhur bercirikan akhlak kemanusiaan sejagat dan tunduk atas kekuasaan Allah. Tanpa akhlak, manusia akan berbuat sesuka hatinya tidak mengira sama ada dilarang oleh Allah atau melanggar tata susila dan maruah mereka.
Masalah sosial yang semakin kritikal dan kronik dalam masyarakat, terutama golongan remaja pada masa kini disebabkan oleh budaya akhlak yang kian merosot.
Mereka mudah terpengaruh dengan budaya kehidupan Barat yang memang sudah runtuh nilai akhlaknya.
Ajaran Islam tidak pernah menyekat kebebasan dalam melakukan kegiatan kehidupan, tetapi hendaklah melalui batas yang ditentukan oleh syariat.
Segala yang dilarang oleh Allah swt mempunyai hikmah yang besar.
Isu keruntuhan akhlak bukanlah suatu perkara yang baru dalam masyarakat kita. Namun apa yang diharapkan adalah kepekaan dan usaha bersungguh-sungguh pada diri individu dan masyarakat dalam menangani masalah generasi muda.
Langkah yang perlu kita lakukan adalah berusaha mencari penawar kepada penyakit sosial untuk memulihkan sindrom yang menyerang generasi muda pada zaman ini.
Salah satu cara terbaik adalah pembudayaan akhlak dalam kehidupan seharian.
Keperibadian yang disulami dengan keimanan dan akhlak akan menerbitkan pekerti mulia dan menjamin kerukunan dan kesejahteraan sebuah masyarakat, negara dan antarabangsa..

Jika HATI sejernih AIR, jangan biar ia KERUH.
Jika HATI seputih AWAN, jangan biar ia MENDUNG.

Jika HATI seindah BULAN, hiasi ia dengan IMAN

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | SharePoint Demo