 |
| Hadits Tentang Wanita |
Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits
sebagai sumber hukum dalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada
tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur'an. Berikut ini adalah beberapa
hadits yang berkaitan dengan wanita yang dirangkum dari berbagai sumber.
Semoga dengan mengetahui dan mengamalkan hadits-hadits ini, kita dapat
mejadi orang yang lebih baik. Wallahu A'lam Bishawab :)
1. Abdullah bin Amr radhiallahu ‘anhuma meriwayatkan sabda Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam:
"Sesungguhnya dunia itu adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim no. 1467)
2. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Umar ibnul Khaththab radhiallahu'anhu:
"Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan
seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan
menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya, dan bila ia pergi si
istri ini akan menjaga dirinya." (HR. Abu Dawud no. 1417. Asy-Syaikh
Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: "Hadits ini
shahih di atas syarat Muslim.")
3. Berkata Al-Qadhi ‘Iyyadh rahimahullah:
"Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerangkan kepada para
sahabatnya bahwa tidak berdosa mereka mengumpulkan harta selama mereka
menunaikan zakatnya, beliau memandang perlunya memberi kabar gembira
kepada mereka dengan menganjurkan mereka kepada apa yang lebih baik dan
lebih kekal yaitu istri yang shalihah yang cantik (lahir batinnya)
karena ia akan selalu bersamamu menemanimu.
Bila engkau pandang menyenangkanmu, ia tunaikan kebutuhanmu bila engkau
membutuhkannya. Engkau dapat bermusyawarah dengannya dalam perkara yang
dapat membantumu dan ia akan menjaga rahasiamu. Engkau dapat meminta
bantuannya dalam keperluan-keperluanmu, ia mentaati perintahmu dan bila
engkau meninggalkannya ia akan menjaga hartamu dan memelihara/mengasuh
anak-anakmu." (‘Aunul Ma‘bud, 5/57)
4. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah pula bersabda:
"Empat perkara termasuk dari kebahagiaan, yaitu wanita (istri) yang
shalihah, tempat tinggal yang luas/ lapang, tetangga yang shalih, dan
tunggangan (kendaraan) yang nyaman. Dan empat perkara yang merupakan
kesengsaraan yaitu tetangga yang jelek, istri yang jelek (tidak
shalihah), kendaraan yang tidak nyaman, dan tempat tinggal yang sempit."
(HR. Ibnu Hibban dalam Al-Mawarid hal. 302, dishahihkan Asy-Syaikh
Muqbil dalam Al-Jami’ush Shahih, 3/57 dan Asy-Syaikh Al Albani dalam
Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 282)
5. Ketika Umar ibnul Khaththab radhiallahu'anhu bertanya kepada Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam:
"Wahai Rasulullah, harta apakah yang sebaiknya kita miliki?" Beliau Shallallahu'alaihi wa sallam menjawab:
"Hendaklah salah seorang dari kalian memiliki hati yang bersyukur, lisan
yang senantiasa berdzikir dan istri mukminah yang akan menolongmu dalam
perkara akhirat." (HR. Ibnu Majah no. 1856, dishahihkan Asy-Syaikh Al
Albani rahimahullah dalam Shahih Ibnu Majah no. 1505)
6. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bagi lelaki yang ingin menikah:
"Wanita itu dinikahi karena empat perkara yaitu karena hartanya, karena
keturunannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Maka pilihlah
olehmu wanita yang punya agama, engkau akan beruntung." (HR. Al-Bukhari
no. 5090 dan Muslim no. 1466)
7. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
"Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika
suaminya tidak ada dikarenakan Allah telah memelihara mereka." (An-Nisa:
34)
8. Al Bukhori meriwayatkan dari Abu Hurairah rodhiallohu anhu
dari Nabi Shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:
"Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari Akhir, janganlah ia
mengganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka
diciptakan dari tulang rusuk, dan tulang rusuk yang paling bengkok
adalah bagian atasnya. Jika engkau meluruskannya. Maka engkau
mematahkannya dan jika engkau biarkan, maka akan tetap bengkok. Oleh
karena itu, berbuatlah baik kepada wanita." (HR. Bukhori dan Muslim)
9. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah berkata:
"Tugas seorang istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena itulah Allah berfirman:
"Wanita shalihah adalah yang taat," yakni taat kepada Allah Subhanahu wa
Ta'ala, "Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada." Yakni taat
kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian),
dia menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya."
(Taisir Al-Karimir Rahman, hal.177)
10. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan),
menjaga kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya:
Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai."
(HR. Ahmad 1/191, dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam
Shahihul Jami’ no. 660, 661)
11. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi
penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu
kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi
suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata:
"Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha."
(HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah, no. 287)
12. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada
(tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya". (HR. Al-Bukhari no.
5195 dan Muslim no. 1026)
13. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:
"Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur
kepada suaminya padahal dia membutuhkannya." (HR. An-Nasai dalam
Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 289)
14. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami
memanggil istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan)
melainkan yang di langit murka terhadapnya hingga sang suami ridha
padanya." (HR. Muslim no.1436)
15. Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur
suaminya, niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke
suaminya)." (HR. Al-Bukhari no. 5194 dan Muslim no. 1436)
16. Ahmad dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu dari Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:
"Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya. Maka
kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan
dapat hidup bersamanya.” (HR Hakim, shohih)
17. Kisah wanita yang akan berangkat menunaikan shalat 'ied, ia
tidak memiliki jilbab, maka diperintah oleh Rasulullah
shallallahu'alaihi wa sallam:
"Hendaknya Saudarinya meminjaminya Jilbab untuknya." (HR. Bukhari No. 318).
18. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda di akhir kehidupannya, dan hal itu terjadi pada haji Wada’:
"Ingatlah, berbuat baiklah kepada wanita. Sebab, mereka itu (bagaikan)
tawanan di sisi kalian. Kalian tidak berkuasa terhadap mereka sedikit
pun selain itu, kecuali bila mereka melakukan perbuatan nista. Jika
mereka melakukannya, maka tinggalkanlah mereka di tempat tidur mereka
dan pukul lah mereka dengan pukulan yang tidak melukai.
Jika ia mentaati kalian, maka janganlah berbuat aniaya terhadap mereka.
Mereka pun tidak boleh memasukkan siapa yang tidak kalian sukai ke
tempat tidur dan rumah kalian. Ketahuilah bahwa hak mereka atas kalian
adalah kalian berbuat baik kepada mereka (dengan mencukupi) pakaian dan
makanan mereka." (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah, shohih)
19. Ummu Salamah berkata:
"Wahai Rasulullah, bagaimana wanita berbuat dengan pakaiannya yang menjulur ke bawah?"
Beliau bersabda:
"Hendaklah mereka memanjangkan satu jengkal",
lalu ia bertanya lagi:
"Bagaimana bila masih terbuka kakinya?"
Beliau menjawab:
"Hendaknya menambah satu hasta, dan tidak boleh lebih". (HR. Tirmidzi 653 dan berkata: "Hadits hasan shahih").
20. Aisyah berkata,
"Aku bertanya kepada Rasulullah, siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita?"
Jawab Rasulullah,
"Suaminya. "
"Siapa pula yang berhak terhadap lelaki?"
Jawab Rasulullah,
"Ibunya."
21. Hadits yang diriwayatkan dari Sa’ad rodhiallohu anhu bahwa Rosululloh shollallohu'alaihi wa salam bersabda padanya:
"Apapun yang engkau berikan berupa suatu nafkah kepada keluargamu, maka
engkau diberi pahala, hingga sampai sesuap makanan yang engkau angkat
(masukkan) ke mulut istrimu." (HR Bukhori Muslim)
22. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
"Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah menciptakan untukmu
istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa
tentram kepadanya…" (QS Ar Ruum: 21)
22. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman, yang artinya:
"Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:
"Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang
demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang."
(QS. Al-Ahzab: 59).
23. Al-Hushain bin Mihshan rahimahullahu menceritakan bahwa
bibinya pernah datang ke tempat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
karena satu keperluan. Seselesainya dari keperluan tersebut, Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya:
"Apakah engkau sudah bersuami?"
Bibi Al-Hushain menjawab:
"Sudah."
"Bagaimana (sikap) engkau terhadap suamimu?" tanya Rasulullah lagi.
Ia menjawab:
"Aku...
tidak pernah mengurangi haknya kecuali dalam perkara yang aku tidak mampu."
Rasulullah bersabda:
"Lihatlah di mana keberadaanmu dalam pergaulanmu dengan suamimu, karena SUAMIMU ADALAH SURGA DAN NERAKAMU."
(HR. Ahmad 4/341 dan selainnya, lihat Ash-Shahihah no. 2612)
24. Di dalam kisah gerhana matahari yang mana Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya melakukan shalat
gerhana padanya dengan shalat yang panjang, beliau melihat surga dan
neraka. Ketika beliau melihat neraka beliau bersabda kepada para
shahabatnya:
"… Dan aku melihat NERAKA maka tidak pernah aku melihat pemandangan
seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum
WANITA."
Para shahabat pun bertanya:
"Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?"
Beliau menjawab:
"Karena kekufuran mereka."
Kemudian mereka bertanya lagi:
"Apakah mereka kufur kepada Allah?"
Beliau menjawab:
"Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar)
terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah
seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat
sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata:
‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu."
(HR. Bukhari dari Ibnu Abbas radliyallahu 'anhuma)
25. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Ada dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya:
Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul
manusia dengan cambuknya, dan wanita yang kasiyat (berpakain tapi
telanjang baik karena tipis, atau pendek yang tidak menutup semua
auratnya), Mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan
orang) kepala mereka seperti punuk onta yang berpunuk dua.
Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya padahal bau surga
itu akan didapati dari sekian dan sekian (perjalanan 500 tahun)." (HR.
Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421).
26. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Wahai Asma, sesungguhnya apabila wanita sudah mendapatkan haid (yakni,
telah melewati usia kanak-kanak) maka yang layak untuk dilihat darinya
hanyalah ini dan ini saja."
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengisyaratkan pada wajah dan kedua telapak tangannya.
27. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Dan janganlah mereka (perempuan) membentakkan kaki (atau mengangkatnya)
agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan." (QS. An-Nur : 31)
28. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu
kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap
melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina." (HR. Nasaii ibn Khuzaimah
& Hibban).
29. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain kudung hingga menutupi dada mereka." (QS. An-Nur : 31)
30. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Rasulullah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikir giginya." (HR. At-Thabrani)
31. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik dari pada
menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya." (HR.
At-Thabrani & Baihaqi)
32. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Dan katakanlah kepada perempuan mukmin hendaklah mereka menundukan sebagian dari pandangannya." (QS. An-Nur : 31)
33. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Barang siapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan
memberikan pakaian kehinaan dihari akhir nanti." (HR. Abu Daud)
34. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Wahai anakku Fatimah! Adapun perempuan-perempuan yang akan digantung
rambutnya hingga mendidih otaknya dalam neraka adalah mereka itu di
dunia tidak mau menutup rambutnya daripada dilihat laki-laki yang bukan
mahramnya." (HR. Bukhari & Muslim)
35. Dari Hamzah bin Abi Usaid al-Anshari, dari bapaknya, bahwa ia
telah mendengar Rasulullah Shollallahu'alaihi wa Sallam bersabda kepada
para wanita (saat itu beliau sambil keluar dari masjid, dan terlihat
laki-laki dan wanita berbaur di jalan):
"Minggirlah kalian, karena tidak layak bagi kalian untuk berjalan di
tengah. Kalian harus berjalan di pinggir." Sejak saat itu, ketika para
wanita berjalan keluar, mereka berjalan ditepi tembok. Bahkan baju-baju
mereka sampai tertambat di tembok, karena begitu dekatnya mereka dengan
tembok ketika berjalan. (HR. Abu Daud; HASAN)
36. Dari 'Uqbah bin 'Amir rodhiyallohu'anhu, bahwa Rasulullah Shollallahu'alaihi wa Sallam:
"Berhati-hatilah dari menemui wanita."
Lalu berkata salah seorang dari Anshar:
"Wahai Rasulullah, bagaimana dengan saudara dari suami?"
Beliau bersabda:
"Saudara suami adalah kematian."
37. Dari ('Abdullah) bin 'Umar rodhiyallohu'anhu berkata:
Rasulullah Shollallohu'alaihi wa Sallam bersabda:
"Janganlah kalian melarang wanita-wanita kalian dari masjid-masjid, akan
tetapi rumah-rumah mereka adalah lebih baik untuk mereka." (HR. Abu
Daud dan Ibnu Khuzaimah; SHAHIH).
38. Dari 'Abdillah bin Mas'ud rodhiyallohu'anhu, dari Nabi Shollallahu'alaihi wa Sallam, beliau bersabda:
"Sesungguhnya wanita adalah aurat. Sehingga ketika ia keluar rumah, ia
akan disambut oleh syaithan. Dan kondisi yang akan lebih mendekatkan
dirinya dengan Rabbnya adalah ketika ia berada di rumahnya." (HR. Ibnu
Khuzaimah; SHAHIH)
39. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Akan ada di akhir umatku kaum lelaki yang menunggang pelana seperti
layaknya kaum lelaki, mereka turun di depan pintu-pintu masjid,
wanita-wanita mereka berpakaian (tetapi) telanjang, di atas kepala
mereka (terdapat sesuatu) seperti punuk onta yang lemah gemulai.
Laknatlah mereka! sesungguhnya mereka adalah wanita-wanita terlaknat."
(Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (2/233))
40. Ahmad dari Abu Hurairoh rodhiallohu anhu dari Rosululloh shollallohu'alaihi wa sallam, beliau bersabda, yang artinya:
"Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, jika kamu meluruskannya. Maka
kamu mematahkannya. Jadi, berlemah lembutlah terhadapnya, maka kamu akan
dapat hidup bersamanya." (HR Hakim, shohih)
Hadits tentang wanita haid
 |
| Hadits tentang wanita haid |
1. Dari Abu Sai'd,
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Bukankah bila si wanita haid ia tidak shalat dan tidak pula puasa?
Itulah kekurangan agama si wanita. (Muttafaqun'alaih, HR. Bukhari no.
1951 dan Muslim no. 79)
2. Dari Mu'adzah, ia berkata bahwa ada seorang wanita yang berkata kepada 'Aisyah,
"Apakah kami perlu mengqodho’ shalat kami ketika suci?"
'Aisyah menjawab,
"Apakah engkau seorang Haruri? Dahulu kami mengalami haid di masa Nabi
shallallahu'alaihi wa sallam masih hidup, namun beliau tidak
memerintahkan kami untuk mengqodho'nya."
Atau 'Aisyah berkata, "Kami pun tidak mengqodho'nya." (HR. Bukhari no. 321)
3. Dalam hadits Mu'adzah, ia pernah bertanya pada 'Aisyah radhiyallahu 'anha,
"Kenapa gerangan wanita yang haid mengqadha' puasa dan tidak mengqadha' shalat?"
Maka Aisyah menjawab, "Apakah kamu dari golongan Haruriyah?"
Aku menjawab, "Aku bukan Haruriyah, akan tetapi aku hanya bertanya."
Dia menjawab, "Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan
untuk mengqadha' puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha'
shalat'.”
(HR. Muslim no. 335)
Berdasarkan kesepakatan para ulama pula, wanita yang dalam keadaan haid
dan nifas tidak wajib puasa dan wajib mengqodho' puasanya. (Al Mawsu'ah
Al Fiqhiyah, 28/ 20-21)
4. Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Kaum muslimin sepakat akan
haramnya menyetubuhi wanita haid berdasarkan ayat Al Qur'an dan
hadits-hadits yang shahih." (Al Majmu', 2: 359) Ibnu Taimiyah
rahimahullah berkata, "Menyetubuhi wanita nifas adalah sebagaimana
wanita haid yaitu haram berdasarkan kesepakatan para ulama." (Majmu' Al
Fatawa, 21: 624)
5. Allah Ta’ala berfirman,
"Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari (hubungan intim dengan) wanita di waktu haid." (QS. Al Baqarah: 222).
Imam Nawawi berkata, "Mahidh dalam ayat bisa bermakna darah haid, ada
pula yang mengatakan waktu haid dan juga ada yang berkata tempat
keluarnya haid yaitu kemaluan.
Dan menurut ulama Syafi'iyah, maksud mahidh adalah darah haid."
(Al Majmu', 2: 343)
6. Dalam riwayat yang muttafaqun'alaih disebutkan,
Dari 'Aisyah, ia berkata bahwa di antara istri-istri Nabi
shallallahu'alaihi wa sallam ada yang mengalami haid. Rasulullah
shallallahu'alaihi wa sallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau
memerintahkannya untuk memakai sarung agar menutupi tempat memancarnya
darah haid, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas sarung). Aisyah
berkata,
"Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima') sebagaimana Nabi shallallahu'alaihi wa sallam menahannya?"
(HR. Bukhari no. 302 dan Muslim no. 293).
Imam Nawawi menyebutkan judul bab dari hadits di atas, "Bab mencumbu
wanita haid di atas sarungnya". Artinya di selain tempat keluarnya darah
haid atau selain kemaluannya.
7. Ketika 'Aisyah haid saat haji, Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda padanya,
"Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan orang yang berhaji selain dari
melakukan thawaf di Ka'bah hingga engkau suci.” (HR. Bukhari no. 305
dan Muslim no. 1211)
Hadits tentang wanita muslimah
 |
| Hadits tentang wanita muslimah |
1. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang
lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah
seorang diantara kalian (para wanita)." (HR. Al Bukhari no 304 dan
Muslim no. 80)
2. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Janganlah kalian menikahi wanita karena kecantikannya, bisa jadi
kecantikannya itu merusak mereka. Janganlah menikahi mereka karena
harta-harta mereka, bisa jadi harta-harta mereka itu membuat mereka
sesat. Akan tetapi nikahilah mereka berdasarkan agamanya. Seorang budak
wanita berkulit hitam yang telinganya sobek tetapi memiliki agama adalah
lebih utama." (HR. Muslim)
3. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka
seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang
taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi."
(HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra.)
4. Dari Abu Hurairah, Rasulullah: "Wanita yang bagaimana yang
paling baik?" Beliau menjawab: "Jika ia dipandang selalu menyenangkan,
jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia
benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami)."
Hadits tentang wanita penghuni neraka
 |
| Hadits tentang wanita penghuni neraka |
1. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya
adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka
aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita." (HR. Bukhari, no.
3069 dan Muslim no.7114, dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain
keduanya)
2. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Aku berdiri di depan pintu syurga, lalu (kulihat) kebanyakkan orang
yang masuk kedalamnya adalah orang orang miskin, dan orang orang yang
kaya ditahan kecuali penghuni neraka mereka disuruh untuk masuk
ke,neraka, dan aku berdiri di depan pintu neraka maka (kulihat)
kebanyakkan yang masuk kedalamnya adalah wanita". (H. R Muslim, no.
7113)
3. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya penduduk surga yang paling sedikit adalah wanita." (HR. Muslim, no. 7118).
4. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Wanita mana saja yang meminta cerai pada suaminya tanpa sebab (yang
syar'i) maka haram baginya wangi Surga." (HR. Abu Daud, no. 2228, dan
Ibnu Majah, no. 2055). Di shohihkan oleh syekh Al Bani dalam "shohih
sunan abu daud" (no. 1928).
5. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Apabila suami mengajak istri keranjangnya (untuk jima') lalu ia tidak
memenuhi maka ia dilaknat oleh para malaikat sampai subuh".
Dalam riwayat : "lalu ia tidur malam sedang suaminya murka maka para malaikat akan melaknatnya sampai subuh."
Dalam riwayat lain: "Apabila istri diwaktu malam meninggalkan ranjang
suaminya, ia enggan mendatanginya, maka yang di langit (Allah) akan
murka kepadanya sampai ia minta keridhaan suaminya.
6. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak boleh bagi perempuan yang beriman dengan Allah dan hari akhirat
berpuasa (sunat) sedang suminya bersamanya kecuali dengan izinnya, dan
tidak mengizinkan (seseorangpun) masuk kedalam rumahnya kecuali dengan
izinnya."
7. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
"Bershadaqahlah kalian! Karena kebanyakan kalian adalah kayu bakarnya
Jahanam!" Maka berdirilah seorang wanita yang duduk di antara
wanita-wanita lainnya yang berubah kehitaman kedua pipinya, iapun
bertanya: "Mengapa demikian, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Karena
kalian banyak mengeluh dan kalian kufur terhadap suami!" (HR. Bukhari)